Beranda > Berita > Tim KBRN, Unit Khusus Penangkal Ancaman Kimia Biologi Radioaktif Dan Nuklir
Artikel

Situasi KBRN adalah situasi dimana suatu lingkungan terkontaminasi oleh racun kimia, agensia biologi, bahan-bahan radioaktif atau pun radiasi nuklir. Situasi ini menimbulkan ancaman yang sangat berbahaya bagi semua makhluk hidup yang berada di dalamnya. Racun kimia dapat merusak jaringan tubuh sehingga dapat mengakibatkan ketidak berdayaan bahkan kematian. Begitu pula agensia biologi bersifat patogen, menyebabkan berbagai macam penyakit yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya. Sedangkan bahan-bahan radioaktif maupun radiasi nuklir dapat menimbulkan efek radiasi bagi makhluk hidup yang terpapar sehingga dapat merusak jaringan tubuh dan mengakibatkan perubahan pada gen manusia. Akibatnya adalah penyakit seperti kanker, kelumpuhan dan lain sebagainya, keturunan cacat atau bahkan kemandulan.
Situasi KBRN dapat ditimbulkan oleh serangan teroris yang menggunakan senjata KBRN. Selain itu, situasi KBRN juga dapat terjadi akibat kecelakaan industri, kecelakaan pengangkutan atau bencana alam. Kontaminasi KBRN dapat menyebar dalam radius yang luas tergantung jenis kontaminan, arah dan kecepatan angin, suhu dan kelembaban udara serta jumlah atau volume kontaminan. Situasi KBRN dapat terjadi sewaktu-waktu dan di mana saja serta tidak dapat diperkirakan. Ancaman KBRN dapat menimpa siapa saja, termasuk orang-orang yang berada di lingkungan pengamanan VVIP yang dilaksanakan oleh Paspampres yaitu Presiden, Wakil Presiden, tamu negara setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan beserta keluarganya.
Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya situasi bahaya KBRN. Langkah-langkah antisipasi tersebut antara lain dapat dilakukan dengan cara membangun suatu posko monitoring terpadu terhadap ancaman KBRN pada instalasi kepresidenan serta dengan membentuk tim KBRN yang dilengkapi dengan peralatan deteksi, proteksi dan dekontaminasi KBRN.
Monitoring terpadu terhadap ancaman KBRN pada instalasi kepresidenan dapat dbangun dengan cara menempatkan peralatan-peralatan monitoring atau deteksi KBRN seperti alat deteksi racun kimia, alat deteksi agensia biologi serta alat deteksi radiasi di titik-titik tertentu dan menghubungkannya dengan suatu posko monitoring sehingga dapat memantau keadaan lingkungan sekitar yang berkaitan dengan aspek KBRN. Selain itu juga ditempatkan peralatan yang dapat memantau faktor cuaca yang dapat mempengaruhi arah dan kecepatan penyebaran kontaminasi KBRN.
Pada kegiatan-kegiatan VVIP, keberadaan tim KBRN mutlak diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi bahaya KBRN. Tim KBRN disiapkan untuk melaksanakan sterilisasi terhadap ancaman bahaya KBRN, memantau lingkungan sekitar dari kemungkinan munculnya ancaman bahaya KBRN dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, melaksanakan evakuasi terhadap korban KBRN serta melaksanakan dekontaminasi terhadap korban KBRN serta instalasi yang terkontaminasi bahan-bahan KBRN. Tim KBRN bergerak dalam satuan tim dengan mobil unitnya yang dilengkapi dengan peralatan deteksi, proteksi, evakuasi dan dekontaminasi KBRN serta peralatan meteo.
Mobil unit KBRN merupakan kendaraan tim KBRN yang sekaligus berfungsi sebagai posko yang dilengkapi peralatan deteksi, proteksi, evakuasi dan dekontaminasi KBRN serta peralatan meteo. Mobil unit KBRN dirancang untuk dapat bergerak di lingkungan dengan situasi KBRN. Oleh karena itu kendaraan ini dilengkapi dengan filter yang mampu menyaring udara sekitar yang terkontaminasi bahan-bahan KBRN sehingga menjadi bersih dan aman bagi personel di dalamnya. Sebagai posko tim KBRN, mobil unit KBRN dilengkapi dengan peralatan untuk mendeteksi racun kimia, agensia biologi serta radiasi yang disebabkan oleh bahan-bahan radioaktif maupun nuklir. Pengambilan sampel dari lingkungan sekitar dapat dilaksanakan secara otomatis dari dalam mobil sehingga personel tim KBRN tidak perlu keluar dari kendaraan. Pengambilan sampel udara dilakukan melalui Air Probe Sampling kemudian diidentifikasi oleh alat deteksi KBRN untuk mengetahui jenis bahan yang mengkontaminasi udara di daerah tersebut. Sedangkan pengambilan sampel padat dan cair dilakukan melalui Soil Probe Sampling. Selain peralatan deteksi KBRN, mobil unit KBRN juga dilengkapi dengan peralatan meteo untuk memantau kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin serta suhu dan kelembaban udara. Informasi cuaca sangat diperlukan untuk memperkirakan kecepatan penyebaran serta arah kontaminasi, sehingga dapat menentukan jalur evakuasi secara cepat dan tepat.
Dalam mobil unit KBRN, selalu dilengkapi dengan peralatan proteksi dan evakuasi KBRN untuk melindungi personel tim KBRN serta korban dari kontaminasi bahan-bahan KBRN. Peralatan proteksi yang berada di mobil unit KBRN antara lain set proteksi perorangan yang terdiri atas masker, canister, pakaian pelindung, sarung tangan pelindung serta sepatu pelindung. Selain itu juga terdapat breathing apparatus yang merupakan alat bantu pernapasan bagi personel yang akan menerobos masuk ke daerah kontaminasi berupa gas beracun. Sedangkan peralatan evakuasi yang disiapkan untuk mengevakuasi korban antara lain casualty bag dan casualty hood.
Masker dan canister berfungsi untuk melindungi saluran pernapasan dari gas beracun. Masker KBRN bersifat kedap udara, sehingga udara luar tidak dapat menembusnya. Sedangkan canister berfungsi sebagai filter terhadap udara yang dihirup untuk membersihkan udara sekitar dari kontaminasi gas beracun maupun agensia biologi yang tersebar di udara. Filter dalam canister terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan luar (shell fabric), karbon aktif dan lapisan dalam (inner layer). Lapisan luar berfungsi melindungi lapisan canister dari api, air dan minyak. Kemudian karbon aktif berfungsi untuk menangkap atau menetralisir gas beracun yang mengkontaminasi udara. Sedangkan lapisan dalam berfungsi untuk menjaga agar residu dari karbon aktif tidak masuk ke dalam masker dan terhirup ke saluran pernapasan.
Pakaian pelindung KBRN berfungsi untuk melindungi personel dari kontaminasi KBRN. Ada dua jenis pakaian pelindung KBRN yang digunakan oleh personel tim KBRN yaitu pakaian pelindung KBRN yang bersifat permeable dan impermeable. Pakaian pelindung permeable bersifat tembus oleh air dan digunakan untuk melindungi personel dari kontaminasi KBRN berupa gas. Pakaian ini terbuat dari bahan yang disisipkan karbon aktif di dalamnya. Fungsi dari karbon aktif ini adalah untuk menyaring udara sekitar dari gas beracun sehingga personel yang mengenakannya tidak terkontaminasi gas tersebut. Jenis pakaian pelindung KBRN yang lain adalah pakaian pelindung impermeable. Pakaian ini terbuat dari bahan yang kedap air, sehingga dapat melindungi personel dari kontaminasi KBRN baik yang berujud gas maupun cairan.
Pakaian pelindung KBRN juga dilengkapi dengan sarung tangan dan sepatu pelindung. Fungsinya adalah untuk melindungi personel tim KBRN dari kontaminasi bahan-bahan KBRN yang berujud cair maupun padat. Selain itu setiap personel tim KBRN dibekali dengan set dekontaminasi perorangan. Set ini terdiri dari bubuk dekontaminasi, suntikan anthropin serta alat-alat pertolongan pertama yang dikemas dalam tas sebagai perlengkapan dari personel tim KBRN. Set dekontaminasi perorangan berfungsi sebagai pertolongan pertama untuk korban KBRN serta sebagai bahan dekontaminasi primer.
Sebagai alat bantu pernapasan untuk personel tim KBRN pada saat menerobos daerah yang terkontaminasi gas beracun, tim KBRN dilengkapi dengan breathing apparatus. Alat ini terdiri dari sebuah tabung aqualung yang diisi dengan udara bersih dilengkapi dengan body pack, regulator dan masker. Dengan menggunakan alat ini, personel tim KBRN bisa memperoleh udara bersih untuk bernapas di dalam lingkungan yang terkontaminasi KBRN. Jika tabung aqualung diisi penuh, breathing apparatus dapat digunakan kurang lebih selama 45 menit.
Selain perlengkapan tersebut di atas, tim KBRN juga dilengkapi dengan robot yang berfungsi dalam melaksanakan pengambilan sampel di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh personel tim KBRN atau dinilai terlalu berbahaya bagi manusia. Robot yang digunakan dalam pengambilan sampel dilengkapi peralatan deteksi KBRN. Tujuan penggunaan robot dalam pengambilan sampel KBRN adalah untuk mengurangi resiko kerugian personel bagi tim KBRN yang disebabkan kontaminasi bahan-bahan KBRN.
Selain melaksanakan kegiatan deteksi dan monitoring KBRN, tim KBRN juga melaksanakan evakuasi terhadap korban KBRN dan melaksanakan dekontaminasi primer dan dekontaminasi sempurna terhadap personel, alat perlengkapan, kendaraan serta instalasi yang terkontaminasi bahan-bahan KBRN. Oleh karena itu tim KBRN juga dibekali dengan casualty bag dan casualty hood untuk membawa korban KBRN dari daerah yang terkontaminasi menuju daerah yang aman. Mobil unit KBRN juga dilengkapi dengan peralatan dekontaminasi berupa decontamination trailler. Decontamination trailler merupakan sebuah trailler yang dapat ditarik menggunakan kendaraan dan berisi peralatan dekontaminasi primer dan sempurna. Peralatan dan perlengkapan yang ada pada decontamination trailler antara lain RIDS-GDS 1400 G/T sebagai mesin utama dilengkapi dengan bahan-bahan dekontaminasi, shower dan hot steam.
Dengan adanya perlengkapan tersebut, tim KBRN mampu melaksanakan dekontaminasi terhadap korban KBRN secara sempurna, baik terhadap personel, alat perlengkapan, kendaraan maupun instalasi. Dan karena bersifat mobile, decontamination trailer mudah untuk digerakkan ke lokasi-lokasi dimana akan dilaksanakan dekontaminasi. Sehingga penanganan terhadap korban KBRN dapat dilaksanakan dengan cepat dan efektif.
Sebagai satuan yang bertugas mengamankan VVIP, Paspampres juga memiliki kewajiban untuk melindungi VVIP dari bahaya KBRN. Oleh karena itu Paspampres juga memiliki tim KBRN sebagai bagian yang bertugas mengamankan VVIP dari bahaya KBRN sekaligus melaksanakan dekontaminasi jika VVIP terkena kontaminasi KBRN dengan sesegera mungkin. Kemampuan untuk mendeteksi dan memonitor kemungkinan munculnya bahaya KBRN secara terus menerus, kemampuan untuk bergerak cepat dalam rangka mengevakuasi VVIP dari daerah yang terkontaminasi serta kemampuan dalam melaksanakan dekontaminasi sangat diperlukan dan tim ini. Oleh karena itu peningkatan kemampuan perorangan serta kerja sama tim dalam tim KBRN sangat penting untuk memperoleh tim KBRN yang tangguh dan handal. Di samping itu, dukungan sarana dan prasarana serta peralatan yang diperlukan oleh tim KBRN untuk menjalankan tugasnya di lapangan juga sangat penting. Karena tim KBRN dapat bekerja dengan baik jika didukung dengan personel tim yang profesional dan alat perlengkapan yang memadai.
(Admin)

