Beranda > Berita > Checkpoint Charlie di Friedrichstrasse Berlin Jerman
Serba-serbi

“ Setia Waspada “ Seiring dengan berakhirnya rangkaian kunjungan resmi Presiden RI ke beberapa negara di Eropa termasuk Berlin, Jerman, ada sebuah cerita menarik yang ingin dibagi oleh Tim Pendahulu Paspampres Jerman. Pengalaman Tim Pendahulu Paspampres di Jerman dibawah pimpinan Kolonel Cpm Rudi Yulianto adalah merupakan pengalaman yang sangat berharga, karena tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk berkunjung di Berlin, khususnya di Checkpoint Charlie di Friedrichstrasse. Setelah melihat bekas-bekas reruntuhan Tembok Berlin, tidak lengkap rasanya bila Tim Advance datang ke Berlin tanpa melihat kawasan Checkpoint Charlie di Friedrichstrasse. Sejak runtuhnya Tembok Berlin pada 9 November 1989, kawasan ini oleh Pemerintah Jerman dijadikan sebagai salah satu obyek wisata terpenting bagi wisatawan yang datang ke Berlin. Kesempatan ini didapatkan oleh personel Tim Advance Paspampres karena Presiden RI dan Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan delegasi akan mengunjungi salah satu tempat bersejarah di Berlin Jerman yaitu Checkpoint Charlie di Friedrichstrasse.
Tujuan pendirian Checkpoint Charlie digunakan polisi militer Amerika Serikat untuk memeriksa dan mendaftarkan tentara Barat yang keluar masuk dari Berlin Barat ke Berlin Timur. Berdasarkan keputusan, otoritas Jerman hanya membolehkan kepada angkatan tentara sekutu untuk tidak diperiksa. Kepada turis asing yang datang ke Berlin, hanya diwajibkan memberitahukan tanpa harus diperiksa di Barat.
Bentuk Checkpoint Charlie ini berupa gardu atau pos jaga berukuran 4 x 2,5 meter dengan tinggi bangunan 2,5 meter beratapkan seng. Satu meter di depan gardu ditempatkan karung-karung pasir sebanyak dua lapis sebagai penghalang jika terjadi serangan tiba-tiba terhadap tentara Amerika. Jarak Checkpoint Charlie ke perbatasan Berlin Barat dan Berlin Timur hanya sekitar 20 meter. Penyebutan Checkpoint Charlie diambil bukanlah nama dari tentara Amerika atau lainnya. Penyebutan itu diambil dari kata alfabet fonetik "C" yang berarti "Charlie", sekadar untuk memudahkan penyebutan. Sebab, tempat pemeriksaan di Berlin ada tiga tempat. Selain Checkpoint Charlie, ada dua tempat pemeriksaan lagi, yaitu Checkpoint Alpha yang terletak di Helmstedt dan Checkpoint Bravo di Dreilinden yang didirikan di tengah jalan bebas hambatan.
Kini, di Friedrichstrasse, bangunan Checkpoint Charlie dibuat di tempat asalnya, persis seperti aslinya pada 13 Agustus 2000. Sementara yang aslinya dipindahkan ke museum pada 22 Juni 1990. Hanya saja, menara jam (watch tower) Jerman Timur yang ada di Checkpoint Charlie dibongkar pada 9 Desember 2000. Sejumlah bangunan kuno masih dibiarkan berdiri tegak menghiasi kawasan tersebut, seperti hotel dan tempat-tempat perbelanjaan. Di depan bangunan gardu Checkpoint Charlie berdiri tegak bendera Amerika Serikat, begitu juga papan bertulisan bahasa Inggris, You Are Leaving The American Sector, bahasa Rusia dan Jerman, dipajangkan sekitar 10 meter dari Checkpoint Charlie. Jika kita hendak melihat seperti apa aslinya gambaran kegiatan Checkpoint Charlie, dapat dilihat di museum, yang diberi nama Museum Haus am Checkpoint Charlie, yang letak hanya 10 meter dari pos Checkpoint Charlie.
Jarak dari Hotel Adlon Kempinski (Tempat menginapnya Presiden RI dan Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan delegasi) ke Checkpoint Charlie sekitar 3 Km atau hanya 4 menit perjalanan menggunakan mobil, pokoknya bagi orang-orang yang senang bepergian ke luar negeri, jangan sampai tidak mengunjungi salah satu kota bersejarah di dunia bernama Checkpoint Charlie di Friedrichstrasse.


