Beranda > Berita > Paspampres sebuah pengabdian untuk negara
Artikel

Menjadi bagian dari barisan Paspampres atau Pasukan Pengaman Presiden tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi para perwira TNI. Sebuah puncak kebanggaan yang bisa didapat oleh seorang prajurit agar dapat berdiri bersama dan melindungi orang nomor satu di negeri ini, Presiden Republik Indonesia .
Sebagai bagian dari pelatihan rutin mengemudi bagi anggota Paspampres dibuatlah sesi pelatihan berkendara roda empat dan roda dua. Tanggal 24-26 November 2009 bertempat di salah satu lahan pelatihan mengemudi roda empat di Sirkuit Sentul bersama SDC atau Sentul Driving Course dan pada tanggal 1-3 Desember 2009 bertempat di Markas Besar Paspampres di Jl Tanah Abang II Jakarta dilakukan sesi pelatihan berkendara motor besar bersama Mabua-Harley Davidson dan JDDC Crash Free Int'l.
Paspampres sendiri bertugas mengawal VVIP negeri ini yaitu meliputi Bapak Presiden (RI 1), Bapak Wakil Presiden (RI 2), Ibu Presiden (RI 3), Ibu Wakil Presiden (RI 4) berikut keluarganya serta Tamu Negara setingkat Kepala Negara. Tugas ini di kelompokkan menjadi bagian A, B dan C.
Rekrutmennya sendiri diambil dari para prajurit terbaik mulai dari Angkatan Darat, Laut serta Udara. Dibawah Mako atau Markas Komando tentunya para prajurit ini telah mengemban misi besar negara yaitu mengamankan setiap jengkal perjalanan Kepala Negara ke seluruh pelosok negeri dan juga mancanegara.
Sebuah prestasi membanggakan dan juga sebuah pekerjaan beresiko tinggi dimana mereka berdiri layaknya pagar pengaman paling depan bagi keselamatan para VVIP. Atas dasar meningkatkan 'skill awareness' mereka maka dibuatlah berbagai macam pelatihan dan salah satunya adalah dua agenda di atas yaitu pelatihan mengemudi roda empat serta berkendara roda empat.
Bersama SDC di sesi pelatihan Sentul peserta dihadapkan pada berbagai macam metode pelatihan mengemudi baik yang sifatnya meningkatkan skill hingga yang sifatnya aplikatif untuk keseharian saat mereka tengah tidak melakukan pengawalan.
Sama halnya dengan konsep pelatihan di roda empat maka di sesi roda dua bersama Mabua-HD dan JDDC peserta juga dihadapkan pada teori serta praktek yang mungkin bagi sebagian peserta terbilang baru. Kendaraan yang digunakan adalah satu Yamaha XJ 900 serta 3 unit Honda Goldwing.
Semua sesi. pemanfaatan waktu luang mereka berlatih tampak sangat-sangat dinikmati. Senyum yang ternyata cerah ceria seolah menghapus kesan wajah-wajah sangar yang dari luar tampak misterius dan penuh ketegasan. Candaan antar peserta serta ke akraban antara peserta dan instruktur sungguh menggugah bahwa apa yang mereka kerjakan juga patut dihargai setinggi mungkin. Tindakan tak ternilai harganya saat mereka bergerak dalam barisan pengawalan. Paspampres. Sebuah pengabdian untuk negeri.
(mugiyono)


